Pages

May 19, 2012

Bagaimana Menjadi Guru yang Berkarakter?



Seiring perkembangan zaman, posisi guru, dan peran guru juga mengalami perubahan. Otoritas guru semakin menyusut ditengah perubahan yang kian kompleks. 

Guru kini menghadapi tantangan besar yang semakin hari semakin berat. Hal ini menuntut seorang guru untuk senantiasa melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pribadi maupun sosialnya. Tanpa usaha semacam ini, posisi dan peran guru akan semakin terkikis. 
Jika seorang guru senantiasa memiliki sepirit yang kuat untuk meningkatkan kualtas pribadi maupun sosialnya, maka keberhasilan dalam menjalankan tugasnya akan lebih cepat untuk tercapai, yaitu mampu melahirkan para siswa yang memiliki budi pekerti luhur, memiliki karakter sosial dan professional sebagaimana yang menjadi tujuan utama dari pendidikan . Adapun karakter pribadi guru dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sikap yaitu;


1. Seorang guru harus mempunyai wawasan yang luas
Seorang guru harus selalu berusaha secara maksimal untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuannya. Prinsip belajar sepanjang hayat tidak hanya berlaku pada seorang siswa, tetapi juga seorang guru. Guru adalah sosok teladan dari prinsip ini. Perkembangan zaman yang semakin cepat terutama pendidikan mengharuskan seorang guru meresponnya secara kreatif. 

Jika guru tidak cepat merespon perkembangan pendidikan yang sudah modern maka apa yang akan di ajarkan guru akan kehilangan spektif yang mencerahkan. Tidak akan ada nuansa, pandang, dan perkembangan yang diajarkan oleh guru. Guru yang seperti itu sangat monoton di ibaratkan seperti kaset yang terus menerus diputar ulang tanpa ada penambahan sama sekali.

2. Seorang guru harus menyampaikan sesuatu yang benar dan memberikan manfaat
Guru adalah panutan, terutama bagi siswa seperti pepatah yang mengatakan guru patut di tiru lan di gugu. Menyampaikan ilmu yang tidak benar dan tidak membawa manfaat merupakan sebuah kesalahan yang fatal karena hal itu akan menjerumuskan siswa kedalam jurang kesalahan. Seorang guru dalam menyampaikan materi harus sesuai dengan landasan kebenaran keilmuan yang kukuh serta tmemberikan nilai kemanfaatan.

3. Dalam menghadapi setiap permasalahan, seorang guru harus mengedepankan sikap objektif
Sikap objektif merupakan bentuk usaha dari seorang guru untuk memahami dan menyikapi setiap persoalan secara professional. Sikap emosional merupakan sebuah sikap yang kerap menjerumuskan seorang guru kepada subjektivitas. Sikap objektifitas penting untuk dimiliki oleh seorang guru. Sikap semacam ini akan menjadikan seorang guru mampu melihat, menyikapi, dan menghadapi segala persoalan dengan penuh kearifan.

4. Seorang guru harus memiliki motivasi dan loyalitas

Karakter semacam ini akan menjadikan seorang guru semakin berwibawa dan menjalankan profesinya dengan penuh penghayatan dan totalitas.

5. Kualitas dan kepribadian moral harus menjadi aspek penting yang melekat dalam diri guru
Tugas seorang guru bukan sekedar mengajar, tetapi juga menjadi teladan. Apapun yang yang ada pada diri seorang guru akan menjadi perhatian dan sorotan para siswanya. Dengan hal semacam ini, keteladanan sangat penting untuk dimiliki seorang guru. Guru yang pandai tetapi tidak memiliki moral yang baik justru akan merusak terhadap citra seorang guru. Hal ini merupakan aspek penting yang harus memperoleh perhatian secara memadai dari setiap guru. 

Sekarang ini semakin banyak saja guru yang menampilkan citra yang negatif, mulai guru yang melakukan kekerasan, melakukan tindakan moral, dan berbagai perilaku yang kurang terpuji lainnya. Disinilah makna pentingnya menjaga kwalitas moral kepribadian bagi seorang guru.

6. Seorang guru harus mengikuti perkembangan IPTEK yang kian pesat

Kondisi ini mengharuskan seorang guru untuk mengikuti informasi dan teknologi yang kian modern. Jangan sampai seorang menjadi sosok yang gaptek dan tidak mengikuti dinamika perkembangan teknologi yang berkembang sedemikian pesat.


Dikutip dari Buku Tips Menjadi Guru Berkarakter karya Lina Nuryani, Ita Ratnasari, & Vera Ernianingtyas, Mahasiswa PBSID FKIP UMS (Belum Diterbitkan)


No comments:
Write comments